Kamis, 22-Oct-2020

Minggu, 15/03/2020 Umum 73 hits

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengumumkan untuk meniadakan aktivitas belajar mengajar siswa PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA di wilayah Jabar. Pemberlakuan kebijakan belajar di rumah tersebut akan berlangsung selama dua pekan ke depan, mulai dari 16-30 Maret 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai melalui rapat pembahasan dan kajian menyikapi situasi terakhir terkait penyebaran virus Corona (Covid-19) yang eskalasinya menunjukkan peningkatan.

Ridwan mengatakan, melalui keputusan tersebut, potensi penyebaran Covid-19 di Jabar diharapkan dapat ditekan.


"Kemarin, seharian kami berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota, dan sekretaris daerah terkait sekolah di rumah. Kami umumkan sekarang konsepnya bukan libur, tapi bersekolah di rumah," kata Ridwan di Gedung Pakuan, Minggu (15/3).

Emil menyebutkan, lewat konsep belajar di rumah tersebut seluruh anak siswa didik di Jabar tetap disiplin menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan kurikulum khusus terkait dengan Covid-19 yang disiapkan oleh Dinas Pendidikan.

"Dalam dua minggu ke depan ada kurikulum tentang Covid -19. Anak-anak tetap mengerjakan pekerjaan rumah tanpa jawab dengan gurunya, sehingga anak-anak jadi agen edukasi," ujarnya.

Dia pun meminta agar anak didik harus tetap disiplin di jam sekolah dengan panduan dan kurikulum yang disiapkan dinas pendidikan.

Emil juga mengapresiasi kepala daerah di Jabar yang telah lebih dulu mengambil keputusan terkait aktivitas belajar mengajar di rumah, seperti Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kota Bandung.

"Ini sudah koordinasi dengan bupati dan wali kota dan saya mengapresiasi bupati wali kota secara responsif kemarin. Jadi tidak berlaku untuk Bandung  saya ini Gubernur Jawa Barat bukan lagi wali kota Bandung, maka kalimat saya itu berlaku untuk 27 kota kabupaten," katanya. (hyg)

Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi telah menginstruksikan sekolah PAUD, TK, SD, dan SMP agar meliburkan peserta didiknya.

"Sekolah di Kota Bekasi diimbau meliburkan peserta didik dan mengarahkan kegiatan belajar di rumah mulai 16-31 Maret 2020," tulis Rahmat dalam surat edaran resmi, Minggu (15/3).

Meski begitu, Rahmat mengatakan kepala sekolah dan tenaga pendidik tetap bertugas guna melakukan layanan administrasi dan melakukan pembersihan lingkungan sekolah.

Selain itu, Rahmat juga meminta tiap sekolah untuk memastikan ketersediaan sarana untuk cuci tangan.

"Kepala satuan pendidikan memastikan ketersediaan sarana untuk cuci tangan pakai sabun (ctps) dan tissue di berbagai lokasi strategis sekolah," kata Rahmat.

sumber https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200315172830-20-483632/cegah-penyebaran-corona-jabar-liburkan-sekolah-dua-pekan

: tanpa label

JAJAK PENDAPAT

Informasi yang disajikan dalam situs ini menurut Anda ?

LOGIN